Terbangun pada pukul 05.00 , seusai mandi dan sholat subuh saya berjalan jalan di sekitar hostel, hendak mencari info bus menuju bandara. menurut info dari berbagai bloger, shuttle bus di krabi town menuju bandara internasional krabi terletak di chao fa road. ternyata letaknya hanya sekitar 200 meter dari pak up hostel. hanya sangat disayangkan bus pertama berangkat pukul 07.00 hiks. wah padahal penerbangan kami pukul 07.45 waktu setempat. masih sempat sih jika kami naik bus jam 07.00 karena perkiraan jarak 15 km bisa ditempuh 20 menit dengan bus, namun travelmate saya tidak mau naek bus antisipasi jika terjadi force majeur di perjalanan yang berakibat kami tertinggal penerbangan, "besok kita check out jam4 aja ya trus ke bandara"ujarnya.
seusai mencari info bus bandara, kami berjalan jalan di pasar di maharat soi 10 mencari sarapan. rupanya kami kesiangan karena hanya ada dua penjual saja dipasar. penjual nasi ayam dan penjual ayam goreng. lebih murah membeli sarapan di pasar daripada beli di kedai ruko, hanya minus minuman dingin saja kok :) membeli makan kemudian membeli minuman di seven eleven terdekat dan berjalan lagi ke hostel tidak terasa sudah hampir pukul 08.00. wuih belum prepare buat packing buat tur hari ini. secepat kilat packing dalam kamar, sementara para bule bule itu masih pules tidur, duh nyenyaknya jadi pingin tidur lagi. hingga travelmate membuyarkan keinginan saya, "hei jemputan kita sudah datang!"
duh, ini masih jam delapan kurang semenit, ternyata sudah sepuluh menit lalu jemputan sudah tiba. on time plus disiplin bingit ya orang thailand nih. udah deh dandan plus sarapan di mobil aja. tau kalo kami bawa makanan, kami disuruh duduk dibelakang. jemputan kami mirip dengan angkutan umum kami di hat yai kemarin hanya saja ini lebih keren mobilnya. dengan cueknya kami sarapan (lagi lagi sebungkus berdua, maklum big porsi), mobil juga menjemput penumpang lain di chao fa pier, sepasang suami istri dan dua anak remaja . mereka senyum senyum saja liat kami makan. sedikit perjuangan makan di tengah kondisi mobil mengebut berusaha tidak meninggalkan sampah alias ceceran nasi di mobil, namun kalo ga nekat sarapan gini kawatir nanti masuk angin, kan mo maen air. Rupanya mobil melaju kencang karena mereka mengejar waktu untuk sampai di ao nang pukul 08.25, wuih on time yak :)
Di dalam kendaraan kami bercakap cakap dengan penumpang lain, rupanya mereka adalah warga krabi town yang hendak ikut tur ke phi phi bersama kami, bahasa ingris mereka juga terbatas. Ini adalah liburan keluarga bersama dan mereka baru (akan) pertama kali ke phi phi. hah !! serasa amazing, kami jauh jauh kesini dan mereka yang sudah lama tinggal disini malah baru pertama kali :)
turun di oa nang, kami melakukan registrasi, menulis di lembaran kertas absensi kehadiran dan lembar list peserta asuransi, tidak perlu diisi lengkap hanya menulis nama saja. petugas juga menawarkan soft water case untuk handphone kami, memudahkan menggunakan handphone untuk berfoto dibawah air. harganya cukuplah 200 bath saja (sekitar 82 ribu), tapi kami kurang tertarik membeli.
kemudian sea eagle tour, nama agen tour kami memberikan waktu bersantai di ao nang selama kurang lebih 30 menit. hiyaaa... tw gitu tadi sarapannya di mamah biak di ao nang saja. sutralah, endingnya kami berfoto ria menanti pukul 09.00
tepat pukul 09.00 seorang ibu ibu cantik meminta para peserta berkumpul, dia memperkenalkan diri sebagai ms mae, plus membagikan gelang karet berwarna pink kepada peserta dari sea eagle. melirik ke arah pinggir pantai rupanya para agen tour juga mengumpulkan para pesertanya sekaligus membagi gelang. dan jenis karet gelang para agen tour ini sama persis hanya warna nya saja yang berbeda. untuk peserta sea eagle pada hari itu terbagi menjadi dua rombongan. satu rombongan orang asia tenggara dan satu rombongan khusus turis non asia tenggara. Bisa ditebak saya dan travelmate masuk di rombongan orang asia tenggara, dengan peserta tour di rombongan saya mayoritas adalah orang thailand .
Ms Mae hanya meminta kami menghapalkan namanya dan mengingat nama kapal kami, rupanya hal ini bertujuan karena jadwal dan tujuan tur para agen travel di hari itu adalah sama persis. sama sama start pukul 09.00 dengan jadwal tujuan yang sama. keceh juga ya ide pemberian gelang dengan warna yang berbeda, supaya mudah mengingatkan jika ada peserta salah masuk kapal, maklum kembali kepada kendala bahasa :)
terlalu excited saya naik ke kapal duluan dan memilih duduk di ujung kapal, maksud hati ingin berfoto sejenak namun ternyata kami langsung disuruh duduk karena kapal akan segera berangkat menuju pulau bambu. heh!, travelmate saya berusaha mencari tempat duduk di dekat lambung kapal tapi duduknya sudah terlalu penuh bahkan ada yg berdiri, akhirnya terpaksa kami duduk di bagian depan, cukup nyaman sih tapi kami dapat bonus pancaran sinar matahari. Peserta yang duduk di bagian depan kapal ini hanya delapan orang, empat disisi kiri, empat dsisi kanan. Saya berada di ujung kiri depan dan travelmate di ujung kanan depan. Ms Mae membagikan pelampung kepada tiap peserta dan memastikan satu persatu peserta memakai dengan benar, dia juga mengatur cara duduk saya supaya saya nyaman, dan benar saja tak lama kapal ngebut dengan kecepatan penuh menuju pulau bambu.
Satu Jam Kami diombang ambing ombak, resiko duduk didepan adalah jika ombak sedikit tinggi maka kapal serasa melayang kemudian jatuh di air, berasa naik roller coaster, tapi ini sungguh berbeda. pemandaman laut andaman yang menawan, awan seputih kapas, birunya laut dan banyaknya batu batu besar yang menjulang besar menantang lautan. batu batu besar itu begitu unik, jadi teringat gambar atau foto pha nga bay alias james bond island, sebenarnya batu batu yang saya lihat ini sama kerennya dengan pha nga bay cuman mereka kalah populer saja dengan pha nga bay.
Sedihnya adalah melewati chiken island dan kapal tetap melaju kencang, duh berhenti bentar kenapa sih, foto sama si kepala ayam, mau nekat ngeluarin kamera tapi saya memikirkan safety, dinikmati aja wes, disimpan dalam hati.
Satu jam diombang ambing ombak, sukses membuat kulit sedikit menggelap. huft padahal udah pake banana boat lapis tiga tadi, sutralah yang penting tak sampai memerah karena gosong.Kapal berhenti di tujuan pertama, pulau bambu.
Dipulau bambu ini kami diberi kesempatan 30 menit untuk berenang atau bersantai, ya ya ya mirip mirip gili sundak nya lombok indonesia nih pulau. rupanya pulau bambu sempat dihajar oleh sunami terlihat dari bekas gazebo yang hancur oleh terjangan tsunami. bekas bangunan itu dibiarkan saja, hanya diberikan papan keterangan tentang kenapa dan bagaimana bangunan hancur. dijadikan semacam monumen pengingat betapa ganasnya tsunami kala itu. Tempat untuk para pengunjung berenang juga diberikan semacam tali batas, bahwa pengunjung boleh berenang tidak melewati batas tali. saya mencoba berenang, meski mirip kolam es cendol tetapi air lautnya tetap biru, pasirnya tetap putih, bahkan saya melihat ubur ubur dan ikan ikan kecil tak takut berenang didekat saya.
Sea Eagle menyediakan minuman botol dingin untuk para peserta, awalnya kami mengira satu peserta hanya mendapat satu botol air ternyata satu orang bisa lebih dari satu botol. Botol2 air itu tetap dingin karena mereka membawa boks penyimpanan
Pukul 09.30 perjalanan berlanjut menuju viking cave. dan ternyata cuma berhenti sebentaran , ini semacam tebing gua tempat walet beranak pinak. niyat juga nyari liur walet sampe ke goa goa ginih :)
Tidak lebih dari sepuluh menit kemudian rombongan melewati Ko phi phi ley,kapal kami melaju lambat, air lautnya sangat hijau muda menandakan air sedikit dangkal diantara tebing bebatuan dengan pepohonan hijau, travelmate gatal pingin nyebur, namun ternyata dikawasan ini dilarang berenang. banyak sekali kapal kapal yang berlalu lalang disini.merasa beruntung duduk di bagian depan serasa melihat langsung sampe puas keindahan ko phi phi ley :)
Kemudian kapal melaju cepat lagi sekitar kurang lebih 10 menit menuju Pulau Maya, Di sini Ms Mae memberikan kesempatan 50 menit untuk mengeksplore pulau. Lamanya
Lebih mirip teluk sih menurut saya karena pantainya di"lindungi" dua tebing batu. ternyata pasir pantainya mirip pasir pantai tanjung bira, di sulawesi. pasir sehalus tepung terigu, duh gatal pingin bawa pulang, namun kembali lagi pada moto lama traveler, "jangan meninggalkan apapun selain jejak, jangan mengambil apapun selain foto". oke jadi saya cukup puas memfoto kaki saya yang sudah gosong tesengat matahari diantara halusnya pasir pantai maya :)
Agak janggal juga, kenapa dikasih waktu sampe 50 menit ya, padahal ini pulau kecil, ga bisa berenang pula seperti di pulau bambu tadi. menengok ke papan petunjuk jalan, ternyata dibalik pantai ada jalan menuju koh sa may bay. waow.. ini baru asik !!, si travelmate diajakin jalan udah gmw, ternyata dia lebih tertarik ngantri foto di tulisan pulau maya di tepi pantai. okelah jalan sendiri aja, iseng iseng berhadiah. ternyata di tengah jalan terdapat tulisan "pulau maya" yang lebih sepi peminat foto tentunya. pasti nyesel tuh si travelmate kalo tau ada "papan tulisan " yang sepi:) Sekitar 100 meter dari tulisan, saya menemukan dimana di koh sa may bay berada. ramai juga pengunjungnya, tapi lebih mendinglah daripada pengunjung di pinggir pantai maya tadi. Benar2 amazing warna airnya hijau (tiba tiba keinget teluk ijo di taman nasional merubetiri). Mengambil dokumentasi pun harus sabar mengantri karna space untuk foto juga sempit.
Berpuas di koh sa ma bay, saya kembali ke pantai maya lagi menemui si travelmate. ternyata dia daritadi masih saja belum mendapat gambar yang kece karena banyak peminat foto di papan pinggir pantai. hingga lima menit kemudian kami sudah duduk manis lagi diatas kapal, dengan tempat duduk kami yang super duper panas (maklum langsung terkena sengat matahari tidak ada pelindungnya).
Kapal segera melaju menuju Phi Phi Don, tempat kami untuk beristirahat makan siang. Tempat kami berhenti ini di sebuah hotel dengan bungalow dan kolam renang, Disini diberikan waktu 60 menit.
Dengan semangat 45, saya bertanya kepada Ms Mae, apakah saya diberikan waktu ke Phi Phi View Point 1. hehe, ya apes apesnya semisal baliknya molor dia gak bakal marah.
Diluar prediksi, saya tidak dianjurkan untuk nekat menuju view point 1. Lho?? padahal niyatnya mo foto2 di view point 1 yang famous itu :(
Ms Mae menerangkan jika tempat kapal bersandar kami, berada di ujung pulau, sehingga jika saya nekat ke view point 1 itu terlalu jauh, terlebih letaknya di atas bukit pulau. hiks. jika ingin kesana saya diminta suatu saat berkunjung lagi ke phi phi dan menginap semalam supaya tidak lelah berjalan.
Okedeh, akhirnya saya menikmati saja sejam bersantai di lobby hotel dekat kami menikmati makan siang prasmanan. menu menunya sungguh enyak, dengan jaminan halal. Banyak sekali variasi menu nya sup asem manis cumi cumi, tumis kubis (rasanya enak), sop ikan, ayam goreng, spagetti hingga salad.
selesai makan saya bertanya kepada mbak berkudung dimanakah prayer room berada, rupanya tempatnya jauh, sehingga dia meminta temannya untuk mengantarkan saya. Prayer Room letaknya diarea belakang hotel, cukup luas sih dalamnya hanya saja saat saya masuk hanya ada satu orang lelaki yang sedang sholat. wah, sayang ga bisa jamaah. tapi tak apalah, niyatnya juga mw dijamak. seusai sholat saya melirik arloji, wuih sudah 52 menit berjalan, mesti jalan cepat kalo mw ke tempat bersandar kapal. langsung deh kebayang jika saya tadi nekat menuju view point 1, nih aja dari tempat sholat ke kapal aja mesti lari2, gimana kalo mw ke view point yang diatas bukit :)
Perut sudah kenyang terisi makanan, para rombongan sea eagle 2 segera diajak menuju pantai kera alias monkey beach. kapal tidak bersandar di pantai namun skitar 25 meter dari bibir pantai, kami dipersilahkan untuk snorkeling. wow!! Ms Mae membagikan kacamata dan fin kepada masing masing peserta seraya mengingatkan kalo kami harus berhati hati karena jika sampai kacamata dan fin hilang kami harus membayar denda. Yang saya tangkap disini sih bukan masalah berapa harga dendanya tapi lebih kepada kami tidak menyampah kacamata dan fin di dasar pantai, maklum orang tailand sangat cinta kebersihan.
Travelmate langsung melompat dari atas kapal, rupanya daritadi sudah tak sabar maen air :) Empat Puluh Lima Menit kesempatan kami disini, dan bawah lautnya sama amazingnya dengan bawah laut karimun jawa , terdapat landak laut alias bulu bali, disini so hati hati jika berenang salah salah kaki nginjek bulu babi.
Berpuas di monkey beach perjalanan berlanjut ke loh dalam beach, disini airnya lebih dalam dibanding di monkey beach tadi, ini bisa dipastikan dari warna air lautnya yang biru pekat. kami mendapat kesempatan untuk snorkel selama 45 menit disini.
Pas udah mw nyebur, eh si mas mas jangkar kapal, ngupas nanas. wah lebih tertarik nanas daripada snorkel :) harap maklum buah buah asli thailand rasanya sungguh enak. Bahkan turis eropa yang saya temui di penerbangan Kuala lumpur hat yai tidak bisa melupakan kenikmatan rasa nanas thailand .
kekenyangan makan nanas saya sudah tidak tertarik untuk snorkeling, travelmate saya juga hanya bertahan 10 menit saya di bawah laut.
Rupanya Loh dalam beach adalah tujuan terakhir kami dalam tur bersama sea eagle. hiks cepatnya, rasanya belum puas menjelajah pantai pantai disini, dan besok kami sudah harus balik :(
ya,ya,ya next time jika ada waktu dan kesempatan ke krabi lagi, saya akan mengikuti paket tur menuju 4 island dan hong island dan barangkali ke similan beach pula (ihh rakuss :P)
Dari loh dalam beach ke ao nang rupanya tidak sampai satu jam perjalanan, dan ao naan ng jika sore surut, sehingga kapal tidak berhenti ditempat dimana kami berangkat tadi. menuju tempat berkumpul yang ditentukan pandangan saya terhenti pada meja yang berisi foto2 yang dipigura cantik. masyaallah, ternyata masing masing peserta telah difoto saat berjalan menuju kapal. meski tidak semua peserta berhasil difoto dengan ekspresi menarik, namun saya melihat ada foto saya berada dipigura. wew, lumayan juga hasil jepretannya. diambil gak ya? cukup bayar 100 bath untuk membeli foto dengan bingkai pasir dengan tulisan krabi. awalnya saya mengira jangan2 karena saya turis asing dikasih harga mahal, tak taunya warga thailand yang ada dirombongan saya juga dikenakan harga yang sama meskipun mereka sudah mai matian menawar. oke deh ambil aja, kapan lagi ada kesempatan main kemari :)
Seusai briefing terakhir Ms Mae mengucapkan salam perpisahan kepada kami dan para peserta rupanya sudah di koordinir sendiri sendiri sesuai dengan hotel tempat mereka dijemput tadi. mas sopir menyuruh saya dan travelmate duduk didepan, dan ternyata duduk didepan tuh full ac, duingin pula. njomplang bingit ma yang duduk di belakang cuman dikasih bonus angin sepoi sepoi :) duduk didepan serasa lebih amazing lagi karena kami benar benar menikmati secara real bebatuan kapur yang indah.
Pasti pemandangan semacam inilah yang dinikmati claudia kaunang ketika menaiki bus dari puket menuju krabi.sepanjang jalan kami juga tidak menemui jalanan yang berlubang sedikitpun, sama dengan kondisi kemarin saat mengendarai motor untuk tur darat.
saat mobil hendak menuju pak up hostel, saya berdiskusi dengan travemate untuk berfoto sebentar di patung krab, simbol kota krabi plus patung elang simbol titik nol krabi. si travelmate oke oke aja, kemudian kami minta diturunin di dekat patung krab. toh nanti jalan kaki juga dekat kok ke hotel dari sini. puas berfoto foto kami segera menuju seven eleven terdekat, untuk membeli oleh oleh.
hampir satu jam kami di seven eleven memilih oleh oleh, mencari yang halal gampang gampang susah, plus mencari yang sekiranya muat di taruh di ransel kami yang kecil dan pastinya tidak membuat kami kelebihan berat sehingga harus membeli bagasi.cemilan oleh oleh yang saya recomended adalah kuaci bunga matahari yang sudah dikupas, harganya 5 hingga 10 bath dan mie thailand. hehe maklumlah traveler sukanya cemilan yang praktis dan unik yang diindonesia tidak ada.
Pulang dari sevel, travelmate saya sudah teler berat maklum sejak hari pertama kami kurang tidur, sehingga dia kurang tertarik saat saya ajak menikmati suasana malam di chao fa pier yang hanya berjarak 100 meter dari pak up hostel.
Sementara travelmate saya menikmati indah mimpinya saya mencoba mengobati rasa penasaran saya akan kuliner yang belum pernah saya coba di pasar malam dermaga chao fa.
pasar malam di dermaga chao fa lebih fokus menjual makanan saja, masih lebih ramai pasar di maharat soi 10 sih. tapi ini adalah pasar terdekat dari pak up hostel, mayoritas penjualnya muslim. saya tertarik menikmati pad thai ayam, walaupun sebenarnya juga tertarik ingin menyicipi tom yum, namun mengingat tidak ada yang diajak sharing makan, daripada memaksakan makan tapi sayang kalo makanannya gak habis trus dibuang, ywdah pesan pad thai aja :)
ternyata hanya semacam bihun yang dibumbui saja, namun jenis bihunnya beda, lebih terasa kenyal mirip cilok. tumbenan saya kurang cocok sama masakan thailand ya :( atau mungkin karena sebenarnya lelah kurang tidur, berefek ke rasa makanan (=lebay) ).
Selesai menyicip pad thai saya beranjak menuju penjual pancake. pancake salah satu jajanan krabi yang direcomended blogger asal malaysia. pancake ala krabi lebih mirip kulit martabak yang diberi toping sesuai request pembeli, yang paling disuka adalah toping pisang dan nutella. Puas mencoba kuliner di malam terakhir di krabi, saya langsung balik ke hostel. beristirahat menyiapkan stamina untuk menjelajah putrajaya, malaysia esok hari.
Pengeluaran Hari Ke 4
Paket tur Phi phi = 1200 bath
nasi ayam = 40 bath
ayam goreng = 20 bath
minum di sevel @13 bath = 26 bath
oleh2 teman kantor sevel = 172 bath
pad thai = 50 bath
pancake plain = 20 bath
total pengeluaran = 1528 bath
pengeluaran dalam rupiah, jika 1 bath = IDR 410
= 1528 x IDR 410
= IDR 626,480
0 komentar:
Posting Komentar